Sekarang pukul 09.04 PM dan aku dan Ibnu sedang saling berkirim voice messages.

Okay, this is very stupid and i dont understand why both of us are doing this. IBNU STARTED IT FIRST.

two days ago in her birthday both of us were bullying Mummeh and IT WAS FUN I MEAN IT’S FUN. mummeh got asked by a guyfriend to have a dinner out but unfortunately she rejected it—well, literally she rejected it. POOR THE GUY HAHAHAH. okay i think i have to look at myself as well BUT NOBODY ASKS ME THOUGH

God, i need to finish my Creative Writing assignment but Ibnu is busy sending me a ‘i love you’ voice message. if it sent by a guy whom i love like i might have butterflies flying around inside my stomach hahahaHAHAHA

Sekarang pukul 06.44 PM and I am lstening to Zamilooni and tearing like….tearing very hard.

Entahlah, membayangkan kisah cinta Rasulullah dan Khadijah membuatku nangis mbeler-beler begini. Di jaman begini nyari kisah cinta yang mendekati kisah cinta mereka itu sangat sulit. Paling juga eksisnya di novel….hikseu.

Btw I was searching about salwar kameez. Kalau dibaca menggunakan bahasa Banjar dan Indonesia jadinya ‘selawar gamis’ atau ‘celana gamis’. Dan kalau dilihat-lihat, style salwar kameez emang seperti itu. Baju yang panjangnya minimal tepat dibawah lutut dan celana longgar. Beberapa ada yang bajunya sepanjang mata kaki kemudian dipakaikan celana. Herannya, walau banyak wanita Muslim Indonesia mengenakan gamis dibarengi celana, kenapa tidak terlihat fashionable ya? Seakan-akan mereka hanya menumpuk-numpuk saja.

Oh, aku berpikir untuk mengganti gayaku dengan mengenakan salwar kameez. Entahlah. Mungkin.

It’s 11.58 PM here and I’m busy listening to Hydra.

GOOOD I LOVE WITHIN TEMPTATION. I mean it’s really difficult to find rock bands whose its songs are easy-listening for you. I’ve tried that one where Tarja used to be (this reminds me of Mas Fahmi, R.I.P), but their music didn’t ‘click’ for me. I keep looking for another rock bands. I need other bands, not only WT, EV, WATF, Lacuna Coil or Halestorm. Plus it’s getting worse with the rumor going around that Amy Lee is not ‘paying attention’ to Evanescence anymore. I need EV’s new songs. It’s been…around three years since the latest album? Omg I cannot imagine if EV is disbanded. I might cry a river. I mean they are the only band whom I like for the longest time—around nine or ten years already! (Yup, I’ve drowned this ‘dark side’ since I was really young)

It’s not only about the genre. You know, rock, metal, alternative rock, or so on, the kind of music they are playing, but also the lyrics they made. I have this dark side of me (lmao) where I have a hidden bond with dark stuff. That’s why I fall in love with Poe’s masterpieces. Or maybe any poem which makes you want to take a suicide (uhm nope).

Talking about this reminds me a lot of alm. Mas Fahmi. We didn’t greet each other in real life, but I had this one conversation through Twitter with him, talking about those bands above. He was surprised when I responded to his tweet about Tarja. He said that it’s really rare for a girl to know about that kind of band.

Sekarang pukul 8.42 AM and somehow I can’t believe it’s already October.

Nothing much, but I’ll be more likely laughing myassoff at Mummeh’s birthday. We never celebrated it sweetly, we will laugh at each other whose turning older.

I want to try ghotic or smoky-eyes make-up, or any other kind of make-up which is able to bring out the dark-sorrow-demise-murry feeling. But I also realize that my face is too ‘cute’ to wear such make-up. Why do I have this childish face? No, that doesn’t mean I don’t like it. It’s just… it’s hard to create such a fierce feeling with this face. Most people would likely to treat me like a little-petite-cute-girl.

But I don’t think my face is the way tooo childish. It’s just because of my hijab style which brings out the feeling. When I change my hijab style, my friends say that I look more mature.

But I still cannot bring out the ‘proper’ feeling of wearing dark make-up. Boo. I’m still a beginner, ok.

dopping the feet.

Sekarang pukul 11.18 PM dan aku baru saja turun dari rooftop bangunan kosku. Dan, ah, menenggak dua gelas vitamin C. itu, jenis yang akan mencair (?) ketika bersentuhan dengan air.

Jadi, ketika aku sudah menenggak vitamin C yang jenis ini, maka sudah dapat dipastikan aku sedang butuh ‘dopping’ karena pekerjaan yang membuat tubuhku merengek. Jika dulu aku pernah ditegur untuk berhenti meminum minuman instan botolan dan kopi (which I used to consume everyday), sekarang mungkin aku akan disuruh untuk mengendalikan diri dalam mengkonsumsi vitamin semacam Fatigon atau Hemaviton. Hehe, nyebut merk. Tapi vitamin C yang biasa kukonsumsi adalah Vitacimin atau CDR atau Redoxon. Tenang saja, mereka mahal (apa hubungannya?!).

Ya karena mereka mahal, maka aku jarang mengkonsumsinya. Aku hanya akan mengkonsumsinya ketika aku berada dalam kondisi terpaksa. Biasanya ketika pekerjaan mulai menumpuk dan aku butuh tubuh yang fit.

Akhirnya hari ini aku muncul di BEM. Rasanya lelah juga menjadi siluman selama sekitar satu minggu terakhir. Sudah saatnya mengakhiri semua. Tapi tetap saja meminta maaf itu rasanya sulit sekali. Siapa sih orang yang menciptakan kultur satu ini?

Well, so, everything is going to seem well. At least I’m trying to arrange my daily schedule again. I was really messed up without my daily schedule. I mean, which one is the priority?

I think I really have a problem with my feet. I keep hurting them. I kicked wall with my right-wounded-foot, and then I stepped on a ceramic with my left foot after that. Then I couldn’t walk normally for a moment. For Godness’ sake, both of my feet are hurt. Sometimes people would step on my right foot and there is nothing that I can do. If it’s a person I know, I would tell him/her that he/she stepped on my wounded-foot.

God, I hate this. It’s almost midnight and I haven’t even written a single word for Mummeh’s birthday wishes. Wait; is it really a birthday wish? I mean, she is turning 21 in two days, lmao.

sedang kucing-kucingan.

Sekarang pukul 11.58, lagi-lagi aku tidur malam. Sampai bosan.

Saat ini aku sedang bermain kucing-kucingan dengan pekerjaan, kuliah dan organisasiku.

Aku dikejar-kejar deadline pekerjaan yang aku buat sendiri, aku dikejar-kejar berbagai jenis tugas kuliah dalam bentuk makalah dan presentasi yang harus dikerjakan berkelompok dan aku dikejar-kejar oleh teman-teman di BEM karena aku sulit dihubungi…………..

Aku sedang bertanya-tanya apakah aku adalah pihak yang sepenuhnya salah dalam semua ini. Maksudku, kemarin adalah hari Minggu. Setahuku tak ada pemberitahuan sebelumnya—setidaknya satu hari sebelumnya—bahwa kemarin akan ada rapat DonDar di sore hari. Pemberitahuan itu baru masuk pagi hari (sekitar pukul delapan atau sembilan?) dan tentu-saja-cukup-jelas saat itu aku sudah berkutat dengan kain dan benang. Aku bandel, jadi walaupun aku sudah melihat pesan tersebut, aku hanya melempar ponsel ke tempat tidur dan kembali berkutat dengan pekerjaanku. Aku punya kebiasaan jelek yang berbunyi “jika aku tidak punya agenda tersebut hari ini, aku tak akan melakukannya”. Aku benci dengan adanya gangguan disaat aku sedang sibuk dan butuh konsentrasi.

Oh, kecuali jika aku tak punya agenda apapun saat itu. Aku tidak akan memiliki masalah dengan adanya rapat dadakan. Tapi kemarin aku sudah merencanakan menyelesaikan pesanan orang yang dengan dahsyatnya membutuhkan waktu penyelesaian sekitar sembilan jam. Dalam waktu sebegitu panjang, rasanya aku ingin mencekik siapapun yang mengganggu pekerjaanku.

Tapi kadang aku punya pikiran jelek bahwa sebenarnya orang tidak menganggap serius pekerjaan yang aku tekuni. Mungkin karena aku self-employment, alhasil orang menganggap seolah pekerjaan itu tak ada. Rasanya aku perlu benar-benar membangun kerajaanku sendiri secara resmi agar orang tidak mengganggu waktuku seenak jidat mereka. Berbeda dengan mereka yang bekerja pada orang lain. Misalnya saja seperti Adit yang bekerja di kafe. Tentu saja orang akan melihatnya ‘sedang bekerja’ karena ia akan mengenakan seragam kafe dan sibuk berseliweran dari satu meja ke meja lain di sebuah kafe. Sedangkan aku? Orang tak akan pernah melihatku bekerja kecuali mereka datang ke kosku—yang tentu saja tak akan pernah kuperbolehkan. Sudah kukatakan aku benci gangguan ketika aku sedang bekerja.

Mungkin seharusnya aku membuat kartu nama. Tentu saja, kartu nama.