Plaid Tumblr Themes
Next Page

an open book of mine.

Aku benar-benar tidak punya waktu untuk berkutat dengan HTML layout-ku sekarang. Tapi tampilan blogku benar-benar membuatku gila. Aku bahkan tidak mengerti mengapa bagian body bisa bergeser hingga ke sebelah kanan seperti itu. Aku hanya mengganti tema dan—blam!—it changed and ruined.

Aku harus menyisihkan waktu untuk mengurusi tampilan blogku yang super berantakan. Aku benar-benar merasa terganggu.



Aku bukan desainer grafis profesional, or at least a good graphic designer. Jika dibandingkan dengan teman-temanku, bisa dikatakan kemampuanku masih stadium awal. Tapi karena sejak kuliah aku lebih sering berkutat di divisi publikasi dan desain, aku sering menjadi ‘korban’ untuk diminta membuat karya-karya grafis seperti desain poster atau banner. Tapi sekali lagi, kemampuanku masih belum bisa dibandingkan dengan yang lain. Aku masih perlu banyak belajar. Jika ini berhubungan dengan hal yang kusukai, sifat berkompetisiku sangat kuat. Aku mungkin tidak akan menunjukkan, tapi pada dasarnya aku akan ‘butthurt’ jika ada yang lebih baik dariku di bidang yang aku suka. Bisa dipastikan setelah itu aku akan berusaha mencari cara untuk mengalahkan siapapun itu :))

Saat ini aku sedang sibuk membuat desain poster, banner, pin dan stiker untuk acara donor darah BEM. Aku harap aku bisa membuat desain yang cantik.

Dan, ah, aku mungkin akan mulai mengunggah hasil karyaku di blog yang Blogspot.


Tagged as: works,

Korean alphabets are very easy to read. They don’t have kanji or those Mandarin characters—well, they have hanja. But they rarely use it.

I’m gonna take my second Korean class next semester. Just wondering who’ll be my classmates. More juniors? Or maybe friends from the same year? :v



Am I too obvious? I was very skilled at hiding my real feeling and emotion. Tapi semakin aku dewasa rasanya aku semakin ember saja.

I’m still on my hangover—lmao. Jadi bisa dikatakan sejak dua hari lalu aku hanya bisa tidur sekitar tiga-empat jam. Rasanya? Whoaa, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Pada akhirnya aku melampiaskan kekesalanku—akan ketidakmampuanku tidur—dengan bekerja. Boleh tidak aku mengatakannya seperti ini; tapi tadi aku mengkonsultasikan desain boneka dengan para klien—oke, pelangganku. Aku selalu merasa puas (dan keren) jika desainku bisa diterima oleh mereka. Anggap saja itu adalah sebuah apresiasi yang aku perlukan agar aku semakin bersemangat.

Ah, membicarakan pekerjaan. Sebenarnya sekitar satu bulan lalu aku menemukan lowker desainer untuk sebuah merk pakaian lokal. Hanya saja aku tidak berani menerbangkan lamaranku karena aku masih merasa belum pantas. Ayolah, aku bukan desainer profesional. Bahkan tak ada karya nyata yang pernah dituangkan. Selain desainer pakaian, dua hari lalu aku menemukan lowker desainer souvenir di sebuah….usaha home decor!! Membayangkan bekerja di tempat seperti itu saja aku sudah bahagia, apalagi jika bisa mendapatkannya. Hobi, proses belajar, menghibur diri dan bekerja semuanya menjadi satu! Aku masih bertanya via akun Twitter apakah mereka membutuhkan pekerja full atau part time. Jika mereka bersedia menerima part timer, aku pikir aku akan benar-benar mencobanya kali ini (walau aku masih tak tahu bagaimana caranya membuat CV).

Oh, industri kreatif. Kalian memang sangat menggoda bagi diriku.


Tagged as: daily journal, hobbies, works,

God, seriously. Rasanya seperti diserang dengan keras. Aku tidur dini hari hanya untuk terbangun oleh telepon masuk dari orangtuaku. Aku masih dalam keadaan hangover jadi aku tak sadar apa yang sudah kuucapkan pada orangtuaku. Ak tertidur kembali setelah Subuh, terbangun pukul tujuh dengan kepala seperti habis ditonjok. 


Tagged as: random,

Oke, sepertinya aku menyerah. Karena pada dasarnya aku sama sekalitidak menyukai cerita horor, membaca deskripsi tentang hantu-hantu membuatku bergidik sendiri. Penggambaran sosok hantu-hantu di Indonesia benar-benar membuatku ingin mengguncang-guncang bahu siapa saja yang tega menceritakannya padaku. Aku tidak tahu apakah teman-temanku tahu tentang ini (Mummeh baru tahu and she said I’m lame and weak). Selama ini aku berhasil menghindari ajakan menonton film horor (“Oh, kalian bisa menonton didalam. Aku akan menunggu diluar bioskop dan mungkin berjalan-jalan sembari menunggu kalian selesai.”) Oh, ayolah. Melihat iklan film horor di televisi saja bisa membuatku lari dari ruangan, mendengar cerita horor membuatku menutup telinga. Aku mungkin tidak akan menyambar lengan siapa saja yang ada didekatku, tapi aku akan melarikan diri. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang menarik dari melihat sekelompok tubuh manusia berlumuran darah yang mengejar-ngejar manusia untuk dibunuh.

Nah, permasalahannya aku baru saja mendapat inspirasi untuk menuliskan cerbung yang bercerita tentang hantu-hantu Indonesia—tentu saja bukan cerita horor, ini mungkin…sedikit komedi. Thanks to Georgina Kincaid series. Karena aku tidak tahu tentang hantu (tahu sedikit—ayolah, kuyang, kuntilanak dan sebangsanya?) aku pun harus mencari tahu tentang seluruh hantu yang ada di Indonesia. Mencarinya didunia maya dan bergidik sendiri.                                                


Tagged as: daily journal, hobbies,








Powered By: Tumblr Themes | Facebook Covers