Ini baru pukul 09.38 PM. Aku sudah Shalat Isya, aku baru saja belajar Matematika (hanya berputar-putar di satu soal. Entah aku yang terlalu bodoh atau bagaimana), dan aku…. bingung. Aneh juga, sebenarnya. Biasanya dimalam minggu aku akan keluyuran didunia maya sampai pagi. Tapi malam ini aku malah bingung hendak melakukan apa. Aku sudah mengurus orderan jaket juga, sebenarnya.
ANEH.
Aneh ketika banyak pekerjaan sudah terselesaikan. Rasanya seperti akan memasang tampang pokerface karena bingung hendak melakukan apalagi.
Oke, aku tahu ini berlebihan. Tapi tolol juga sih kenapa harus nge-reblog dan nge-like postingan tentang Yixing’s bleeding disorder. Cuma ngebayangin………. ngebayangin………… well, tidak perlu dilanjutkan.
And I’m writing a fic about this. Siap-siap menerima kecaman pembaca (ninja)
Harga KBBI itu menyakitkan hati. Beberapa kali aku berharap aku bisa membawa pulang milik guru Bahasa Indonesiaku atau milik Primagama sini
3,818 notes If somebody calls you weird like it’s a bad thing… laugh at them for their ignorance. “Normal” never got anyone anywhere. People don’t make movies about “normal” people, and people also don’t write books about “normal” things. Being weird is something to be proud of. So to all you weird people out there, I love you, and thank you for not following society’s “normal” standards.
THAT’S WHY WE NEED TO BE A WEIRDO
955 notes I guess I’ll add this to my Deeply-Moved-By-Lay series (»Part 1« »Part 2« »Part 3« »Part 4«)
Lay mentioned his disorder in an essay he wrote online back in 2004 titled “Father” (he didn’t specify the disease though, I’m guessing that it’s either von Willebrand disease or…
(Source: tieba.baidu.com)